MEDIATISASI TRADISI: NEGOSIASI IDENTITAS DAN KONTESTASI RELASI KUASA DALAM FENOMENA "TABIK SUGRA" DI MEDIA SOSIAL
Keywords:
Mediatisasi, Identitas Budaya, Tabik Sugra, Relasi Kuasa, Media Sosial, BaliAbstract
Eskalasi teknologi digital telah mendorong mediatisasi budaya, di mana tradisi kini tunduk pada logika media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika identitas budaya Bali melalui studi kasus fenomena "Tabik Sugra" di platform TikTok dan Instagram. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi dan analisis wacana kritis, penelitian ini menemukan bahwa ungkapan "Tabik Sugra" yang secara tradisional merupakan protokol penghormatan sakral telah mengalami dekontekstualisasi dan re-semantisasi menjadi komoditas konten hiburan yang performatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kontestasi antara otoritas tradisional (lembaga adat) yang berupaya menjaga kesakralan, dengan otoritas digital (kreator konten) yang mengedepankan kebebasan ekspresi dan viralitas. Fenomena ini menegaskan bahwa identitas budaya Bali di ruang digital tidak lagi statis, melainkan menjadi arena negosiasi makna yang cair. Penelitian ini mereko mendasikan perlunya penguatan literasi budaya digital dan dialog inklusif antaraktor budaya untuk menjaga integritas nilai filosofis lokal di tengah arus digitalisasi.
